Bunganya yang cantik, seperti lilin gemuk
berwarna kuning dengan nyala api di atasnya, menyebabkan ketepeng, atau
ketepeng cina, acap dipilih sebagai tanaman hias. Tak salah kalau dalam bahasa
Inggris tumbuhan ini disebut emperor's candlesticks, empress candle plant,
candle bush, candelabra bush, christmas candles, candletree, atau seven golden
candlestick. Di kompleks-kompleks perumahan di kota-kota besar, ketepeng
dipilih jadi tanaman hias pembatas.
Namun, manfaat ketepeng melebihi perannya
sebagai tanaman hias. Berselancar di jagat maya, kita akan mendapatkan
manfaatnya yang lain. Para peneliti memasukkannya dalam daftar tanaman
berkhasiat obat penting, di antaranya seperti disebutkan situs
biodiversityscience.com.
Di pasar obat herbal kini mudah dijumpai produk
obat berbagai kemasan hasil olahan dari daun ketepeng.
Ketepeng, mengutip dari wikipedia.org, memiliki
nama ilmiah Senna alata (L.) Roxb., dengan nama sinonim Cassia alata, L.
Tumbuhan perdu berasal dari Amerika tropis yang masuk dalam suku johar-joharan
(Caesalpinioideae) ini kemudian menyebar ke Asia dan di kawasan Astronesia
menyandang predikat sebagai tumbuhan pengganggu. Sumber lain menyebutkan
ketepeng adalah tumbuhan asli Meksiko.
Membuka-buka berbagai referensi, di antaranya
buku Obat Asli Indonesia (1967) karya Dr A Seno Sastroamidjojo, di Indonesia tumbuhan
ini dikenal dengan banyak sebutan, yakni daun kupang, daun kurap, ketepeng,
kupang-kupang, gelenggang (Melayu), gelinggang (Paser), ura'kap (Busang),
ketepang badak, ki manila (Sunda), ketepeng kebo, ketepeng cina (Jawa),
acon-aconan (Madura), saya mara, haya mara (Halmahera Utara), tabankun
(Tidore), dan kupang-kupang (Ternate).
Tumbuhan perdu ini dapat mencapai tinggi 3
meter, menyukai tempat lembap untuk tumbuh. Di daerah tropis, tumbuhan ini
dapat hidup sampai ketinggian 1.400 meter di atas permukaan air laut.
Daunnya bersirip, terbentuk dari 8 – 14 pasang
anak daun, dengan ujung tumpul. Daun-daun ketepeng menggulung pada malam hari.
Bunganya berwarna kuning, dalam tandan panjang,
di pucuk.
Polong buahnya gepeng, bersayap, dengan panjang
10 cm – 20 cm. Biji-bijinya menyebar dengan perantaraan air atau hewan.
Manfaat dan Khasiat Ketepeng
Buku Obat Asli Indonesia menyebutkan daun
ketepeng mengandung zat samak dan chrysophan acid.
Di Sri Lanka, dikutip dari wikipedia.org,
tumbuhan yang disebut dengan nama ath-thora ini, merupakan bahan obat
tradisional penting masyarakat Sinhala.
Ketepeng acap juga disebut ringworm bush,
mengacu pada kandungannya yang efektif sebagai pembasmi jamur, mengobati
infeksi yang disebabkan jamur dan penyakit infeksi kulit lain.
Daun ketepeng juga mempunyai efek laksatif atau
pencahar. Obat Asli Indonesia menyebutkan daun ketepeng memiliki khasiat
antiparasitikum, yang sangat jitu untuk membasmi cacing kremi. Daun ketepeng
yang dihaluskan juga memiliki khasiat mengobati herpes dan penyakit kulit lain.
Selain dimanfaatkan sebagai obat herbal dalam
berbagai kemasan, seperti dibaca dari naturia.per.sg, daun ketepeng yang
memiliki khasiat sebagai antijamur itu diolah menjadi aneka produk sabun, obat
pencuci rambut, dan pelembab kulit di Filipina. Keefektifan tumbuhan ini
melawan penyakit-penyakit kulit mendapatkan pengakuan ilmu pengetahuan modern.
Selain daunnya, polong ketepeng yang mengandung
senyawa kimia saponin, juga memiliki khasiat sebagai pencahar, mengusir parasit
usus.
Sebagian masyarakat Afrika memanfaatkan rebusan
daunnya untuk obat sakit tekanan darah tinggi. Di Amerika Selatan, selain
penyakit kulit, daun ketepeng juga dimanfaatkan untuk mengobati sakit perut,
demam, asma, mengobati luka akibat gigitan ular, hingga mengobati penyaki
kelamin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar